Ini Ijazah 243 Kampus Tak Bisa Ikut Tes CPNS 2016

– Di tahun 2016 ini ada 243 ijazah kampus yang tak bisa digunakan mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal itu disampaikan oleh Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Lanjutkan Baca »

Kerjasama Akbid GHC Dengan PT.SAS (Jepang)

Akademi Kebidanan Graha Husada (Akbid GHC) melakukan kesepakatan dengan perusahaan PT.SAS (Jepang). Kerjasama meliputi berbagai hal, diantaranya : 1. PT. SAS akan memfasilitasi bagi lulusan Akbid GHC yang ingin berkarir ke jepang. 2. Lanjutkan Baca »

PKK 1 2015-2016

Pendidikan tenaga kesehatan di Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon diarahkan untuk menghasilkan tenaga-tenaga kesehatan yang terampil dan siap pakai serta mampu bersaing dalam dunia kerja. Akbid Graha Husada Cirebon memiliki visi sebagai Lanjutkan Baca »

Lowongan Kerja RS Siloam Hospital Penempatan Labuan Bajo Dan Brao Kaltim

  Lowongan Kerja RS Siloam Hospital – Rumah Sakit Siloam atau dikenal juga dengan Siloam Hospitals merupakan salah satu jaringan rumah sakit swasta yang didirikan oleh Lippo Group. Awalnya Rumah Sakit ini bernama Lanjutkan Baca »

INFO UJIKOM

    PENGUMUMAN INFORMASI UJIKOM PERIODE V/2016 TAHUN 2016 TIPE UJIAN : Paper Base Test TANGGAL UJIAN : 09 April 2016. (08:00 – 11:00) TEMPAT UJIAN : AKADEMI KEBIDANAN GRAHA HUSADA CIREBON Lanjutkan Baca »

 

Pemerintah Cabut Izin 25 PTS

Masyarakat Diminta Cermat Memilih Perguruan Tinggi

Cirebon,  — Pemerintah mencabut izin operasional 25 perguruan tinggi swasta yang dinilai tidak memenuhi syarat standar nasional pendidikan tinggi. Masyarakat diimbau berhati-hati memilih perguruan tinggi. Ke-25 perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut adalah bagian dari 192 institusi pendidikan tinggi yang ditutup selama dua tahun terakhir. Kasusnya bervariasi, mulai dari kelemahan administrasi, konflik internal, hingga jual-beli ijazah. Adapun secara keseluruhan perguruan tinggi yang aktif terdata 4.560 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kepala Subdirektorat Pengendalian Kelembagaan Perguruan Tinggi (PT) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Henri Tambunan, Kamis (12/10) di Jakarta, menegaskan, ke-25 PTS tersebut sudah diberi kesempatan untuk berbenah selama 6-12 bulan, tetapi tidak berhasil. ”Terhadap PTS pelaku pelanggaran berat, seperti jual-beli ijazah, langsung ditutup karena sudah tergolong kriminal,” kata Henri. Direktur Pembinaan Kelembagaan Kemristek dan Dikti Totok Prasetyo menuturkan, ada tiga alasan utama penutupan PTS itu. Semuanya berkait dengan standar nasional pendidikan tinggi, yang meniscayakan penjaminan mutu di segala aspek, termasuk kelembagaan, dosen, dan tridarma perguruan tinggi. Alasan pertama, PTS mengajukan kepada Kopertis serta Kemristek dan Dikti agar memberi mereka izin menutup diri. Faktornya, peminat PTS tersebut sudah tidak ada sehingga operasional tak berkelanjutan. Kedua, PTS tersebut secara faktual sudah tak ditemukan. Di pangkalan data pendidikan tinggi Kemristek dan Dikti.